CIMAHI, TANGANMEDIA.ID – Transformasi digital telah mengubah cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemudahan akses layanan berbasis teknologi kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, perlindungan terhadap informasi dan data masyarakat menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Pemerintah Kota Cimahi pun terus memperkuat pertahanan di ruang digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kota Cimahi mengembangkan inovasi bernama SATRIA (Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance) sebagai instrumen untuk mengukur sekaligus memperkuat keamanan informasi dalam layanan digital pemerintahan.
Keamanan informasi tidak hanya berkaitan dengan upaya mencegah kebocoran data. Ancaman siber juga berpotensi mengganggu sistem pemerintahan dan operasional pelayanan publik, yang pada akhirnya dapat berdampak langsung terhadap masyarakat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, SATRIA hadir sebagai langkah untuk memetakan kondisi keamanan informasi, mengidentifikasi potensi risiko, serta menentukan langkah perbaikan secara bertahap dan terukur.
Inovasi ini dikembangkan oleh Kepala Seksi Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika Diskominfo Kota Cimahi, Deni Prayitno. SATRIA merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya bernama PAMOR (Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko).
Jika PAMOR sebelumnya lebih berfokus pada tingkat kepatuhan aparatur melalui penerapan Clear Desk dan Clear Screen, SATRIA memperluas cakupan penilaian keamanan.
Instrumen tersebut menilai tiga aspek utama, yakni faktor manusia, aplikasi, serta infrastruktur dan perangkat. Dengan pendekatan tersebut, potensi kelemahan keamanan dapat dipetakan secara lebih menyeluruh.
Implementasi awal SATRIA dilakukan di lingkungan Diskominfo Kota Cimahi pada Juli 2026. Dari hasil baseline assessment, inovasi tersebut memperoleh SATRIA Score 80,0 dari 100.
Hasil tersebut menjadi gambaran awal mengenai kondisi keamanan informasi sekaligus menjadi dasar dalam mengidentifikasi berbagai risiko dan menentukan prioritas pembenahan ke depan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pengembangan SATRIA sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi.
Dukungan tersebut disampaikan setelah mengikuti pemaparan pengembangan inovasi SATRIA pada Rabu (26/8/2026).
“Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi mendukung sepenuhnya implementasi dan keberlanjutan inovasi SATRIA sebagai upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi dan mendukung transformasi digital Pemerintah Kota Cimahi,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, SATRIA dapat menjadi instrumen penting untuk membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai potensi risiko sekaligus meningkatkan keamanan layanan digital secara bertahap.
Ke depan, pengembangan SATRIA akan terus dilakukan melalui evaluasi berkala, digitalisasi instrumen, hingga pembangunan dashboard monitoring.
Penerapannya juga direncanakan diperluas ke berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.
Melalui langkah tersebut, Cimahi tidak hanya mendorong percepatan transformasi digital, tetapi juga berupaya memastikan setiap perkembangan teknologi berjalan seiring dengan penguatan perlindungan informasi.
Dengan sistem keamanan yang semakin terukur dan terintegrasi, layanan digital pemerintah diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan data di era digital.
(Bidang IKPS)


0 Komentar